Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Gairah Pengemis Karena Tante Lendir

Viral Gairah Pengemis Karena Tante Lendir

 Aopok.com - Hai, aku kembali menceritakan pengalaman seksku. Sebelumnya saya pernah menceritakan pengalamanku dalam kisah ‘Tukang Air, Listrik, dan Bangunan’.

Aku adalah seorang mahasiswi yang memiliki nafsu seks yang cukup tinggi. Sejak keperawananku hilang di SMA aku selalu ingin melakukannya lagi dan lagi. Kalau dipikir-pikir entah sudah berapa orang yang menikmati tubuhku ini, sudah berapa penis yang pernah masuk ke vaginaku ini, aku juga sangat menikmati nge-seks dengan orang yang belum pernah aku kenal dan namanya pun belum aku tahu seperti para tukang yang pernah aku ceritakan pada kisah terdahulu.


Suatu siang yang panas, kulihat seorang pengemis didepan rumahku sedang berteduh dari teriknya matahari yg panas. saat itu dirumah tidak ada siapapun, ibuku sedang keluar kota, ayahku selalu pulang malam hari, dan si bibi sedang pulang kampung karena saat itu sudah dekat Lebaran. Karena kasihan, aku berjalan kepagar depan dan kubuka pintu pagarnya. kupanggil dia untuk masuk ‘pak, ..pak.., mari masuk sini pak, diluar panas sekali loh..’ dia menoleh kearah suaraku, setelah kuperhatikan, ternyata dia buta. Jadi tambah iba aku padanya. ‘mari pak, aku tuntun masuk ya..’ kutuntun dia untuk masuk kedalam, ‘terima kasih ya nak..’

Perawakannya kurus, kotor dan bau. Dia hanya menggunakan sarung yg udah butut dan baju yg compang-camping, tangannya selalu memegang tongkat kayu dari potongan ranting pohon.
Sesampai didalam, kududukkan dia ruang tamu dan kuambilkan segelas air minum yg dingin, dia cepat-2x meminumnya. Pada saat duduk, posisi kakinya agak terbuka, sekilas kulihat penisnya yg terjulai lemas diantara kedua pahanya, meskipun sedang terkulai lemas tapi kulihat lumayan besar dan panjang juga. Langsung jantungku berdegub sedikit lebih kencang dari biasanya.

Otakku mulai berpikir yg jorok-2x, gimana seandainya kuberikan tubuhku untuk dicicipinya dan aku juga dapat merasakan penisnya. Aku belum pernah merasakan bercinta dengan seorang pengemis tua yg buta, pasti nikmat bila rasanya.

Aku mulai memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan kesempatan itu. Aku iseng-2x bertanya padanya, ‘ Kapan terakhir mandi, pak? Bapak mau mandi disini? nanti setelah mandi aku beri pakaian bekas yg lebih baik, mau kan pak?’,’wah ya mau dong non..tapi apa nggak ngerepotin? ‘ tanyanya ragu. ‘tenang aja
pak, disini nggak ada siapa-2x koq, cuma aku dan bapak di rumah ini. nggak apa-2x, ayo sini aku bantu ya..’ jelasku.


Aku bimbing dia menuju ke kamar mandi tamu, kupeluk dia, dan kubimbing dia, tangannya kuletakkan di bahuku. Secara tak sengaja tangannya tersentuh buah dadaku yg gempal, tanpa BH. kulihat reaksinya, dia diam aja, juga tidak berusaha menjauhkan tangannya yg tersentuh susuku. Sambil berjalan dia bertanya padaku, ‘non ini umur berapa, koq rasanya sudah dewasa?’, ‘aku baru berusia 21 thn, pak. kenapa?’ tanyaku, ‘oh nggak, nggak apa-2x koq’ jawabnya. Aku bertanya lagi, penasaran, ‘ kenapa sih pak, koq tanya gitu? bapak ngomong gitu karena ..susuku gede yahh..’. ‘ I.. iya..’ jawabnya tersipu malu. Lanjut baca!


Viral Gairah Seks di Dalam Taksi

Viral Gairah Seks di Dalam Taksi

 Biodataviral.com - Peristiwa ini berawal dari sekitar dua bulan yang lalu dan berlanjut hingga beberapa kali hingga saat ini. Percintaanku dengan seorang perempuan berumur 41 tahun yang tergolong masih tetanggaku sendiri, sebut saja namanya Budhe Siti.

Aku adalah seorang pemuda yang berumur sekitar 19 tahun dan telah lulus dari sebuah Sekolah Menengah Umum Negeri di Malang dan tinggal di sebuah desa kecil di sebelah selatan kota Malang, sebuah desa yang tidak terlalu ramai karena letaknya yang sangat jauh dari pusat kota.


Budhe Siti sendiri adalah seorang tetanggaku yang bertempat tinggal tepat di belakang rumahku. Perempuan ini berumur sekitar 40 tahun dan sudah mempunyai suami serta tiga orang anak, yang satu masih duduk di bangku kelas 6 SD sementara yang lainnya sudah menginjak bangku SMP. Suami Budhe Siti bekerja sebagai tukang kebun di sebuah sekolah negeri di kota.

Mengenai postur tubuh Budhe Siti hingga aku mau untuk bersetubuh dan berselingkuh dengannya tampaknya bukan hal yang terlalu menarik untuk dipaparkan karena postur tubuh Budhe Siti bukanlah bagaikan seorang artis yang cantik, gemulai, dan menggairahkan seperti layaknya model iklan atau pemain sinetron kelas atas, tetapi ia hanyalah seorang perempuan kampung istri seorang tukang kebun dan seorang ibu rumah tangga yang selalu direpotkan oleh urusan-urusan keluarga hingga tidak sempat untuk melakukan kegiatan BL (body language), renang, dan berolah raga seperti kebanyakan orang kaya. Tentulah dapat dibayangkan bagaimana tubuh Budhe Siti. Bentuk badan ibu rumah tangga ini adalah biasa saja atau bahkan oleh sebagian besar pemuda body Budhe Siti dapat dipandang sangat tidak menarik. Tinggi badan perempuan beranak tiga itu sekitar 154 cm dan berat badan 50 kg. Anda dapat membayangkan sendiri bagaimana bentuk tubuhnya dengan ukuran seperti itu.

Mengenai nafsu dan gairahku terhadap Budhe Siti bukan terbentuk dalam waktu yang singkat, tetapi nafsu dan gairah itu dapat dibilang mulai terbentuk semenjak aku masih berumur sekitar 14 tahun dan masih menginjak bangku SMP. Waktu itu aku sering kali bermain-main dan mandi di sungai yang berada di dekat kampungku, dan di saat-saat aku bermain dan mandi di sungai itulah acapkali aku melihat Budhe Siti bertelanjang diri mencuci dan mandi di sungai tersebut. Dan tidak jarang pula sembari mengintip ia mandi aku melakukan masturbasi karena tidak tahan melihatnya bugil tanpa sehelai kain pun yang menempel di tubuhnya.

Setelah menginjak bangku SMU aku pun tidak pernah lagi pergi ke sungai itu baik untuk sekedar bermain atau pun mandi. Lagi pula aku harus bersekolah di SMU yang berada di pusat kota yang letaknya sangat jauh dari perkampunganku hingga aku terpaksa harus indekost selama kurang lebih tiga tahun masa studiku di SMU dan aku jarang sekali pulang ke rumahku di kampung.


Baru sekitar pertengahan tahun 2024 silam aku lulus dari bangku SMU dan kembali ke rumahku di kampung. Dan setelah lulus dari SMU aku pun masih harus menganggur karena tahun ini aku tidak sukses dalam ujian masuk PTN (SPMB). Terpaksa aku harus mencoba lagi di tahun mendatang untuk dapat diterima di PTN.

Selama menganggur aku seringkali luntang lantung sendiri karena tidak punya pekerjaan dan apalagi teman-temanku semasa kecil dulu ternyata kebanyakan sudah menempuh studi di perguruan tinggi di kota dan sebagian lagi sudah bekerja dan jarang sekali pulang, sehingga kondisi perkampunganku acapkali terlihat sepi akan para pemuda. Yang banyak terlihat pastilah hanyalah bapak-bapak atau ibu-ibu dan beberapa anak yang masih kecil. Lanjut baca!


Kisah Ngentot Bibik Saat Tiduk Sekamar

Kisah Ngentot Bibik Saat Tiduk Sekamar

 Topoin.com - Pada jaman dahulu, adalah sebuah kerajaan nun jauh di kaki sebuah gunung. Tanahnya subur, rakyatnya hidup makmur dan berkecukupan. Raja muda yang memerintah kala itu amat dicintai rakyat. Istananya besar dan megah, dikelilingi kebun yang luas sampai ke tepi hutan. Raja membuat sebuah kolam di tengah kebun, khusus untuk permaisuri yang dicintainya.


Namun ada satu hal yang merisaukan hati sang Raja. Sekian tahun sudah ia mengambil permaisuri, mereka belum juga dikaruniai keturunan. Berbagai cara sudah dicoba, dan mereka hampir putus asa. Padahal Raja ini nafsunya besar sekali. Selain satu permaisuri, raja mempunyai 12 gundik untuk melayaninya, setiap saat dia butuh pelampiasan. Anehnya, tak satupun dari wanita-wanita ini berhasil dihamili. Lalu seorang nenek sihir memberi ramuan spesial buat Raja, dan melarangnya menemui gundiknya selama beberapa minggu.

Akhirnya, Raja selalu melampiaskan nafsunya dengan si permaisuri, hampir tiap malam terdengar beberapa kali rintihan permaisuri, dan erangan nikmat sang Raja, dan sembilan bulan kemudian lahirlah seorang putri yang sangat cantik. Rambutnya ikal, matanya besar, kulitnya putih mulus, dengan pipi sehat berwarna pink dan bibir yang merah merekah. Raja dan ratu mengadakan pesta besar untuk memberi nama putri mereka ini, dan mereka mengundang semua peri dan jin yang ada di hutan dan gunung untuk memberkatinya.

Pesta berjalan meriah. Orang-orang bijak memberi nama Maya, pada putri cilik ini. Semua rakyat diundang, dan ketika orang-orang sedang menikmati makanan dan tarian, tiba-tiba ada keributan di pintu gerbang. Ternyata Raja dan ratu lupa mengundang nenek yang membantu permaisuri supaya bisa hamil. Dan si nenek sihir berusaha masuk dengan paksa, dihadang prajurit istana. Raja dan ratu mohon maaf kepada si nenek, dan berkata bila dia itu mau, akan diberikan tempat duduk terhormat di meja makan, dengan makanan di piring emas dan minum dari gelas kristal. Namun si dukun sudah keburu sakit hati. Dan karena dia pikir dia yang terakhir datang, dikutuklah si bayi itu.
“Terkutuklah Putri Maya! Di usianya yang ke-17 ia akan tertusuk jarum, dan dia akan MATI!” Teriak si nenek menggelegar. Kemudian dia menghilang begitu saja, raib tanpa bekas.

Raja dan ratu dan semua orang di pesta itu tertegun, dan pesta meriah berubah menjadi duka cita. Ratu menangis dan semua orang bersedih.
Tapi tiba-tiba seorang peri berkata”, Jangan sedih, aku masih keturunan orang berilmu, meskipun aku tak mampu menghapus kutukan nenek sihir, aku bisa memperkuat sang putri hingga ia tak akan mati”.




Semua orang pun melihatnya dengan penuh harap.
“Dan kuramalkan, akan datang pangeran yang sungguh perkasa untuk menyelamatkan sang putri, hanya pangeran inilah yang tahu caranya”.
Orang-orang mendesah lega, dan pesta pun berlanjut dengan gembira. Raja memerintahkan agar semua jarum di kerajaan itu dimusnahkan.

Mendekati usianya yang ke-17, Putri Maya bertambah cantik, ia pun sangat pandai dan selalu ingin tahu. Pada suatu hari ia berjalan-jalan di kebun bunga istana, dan ia melihat seorang nenek duduk di dekat kolam, memegang sesuatu di tangannya. Lanjut baca!


Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 5

Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 5

 Aopok.com - Kukecup leher Ina.. “Bang.. Hati hati.. Jangan dicupang, ntar kelihatan”

“I.. ya, jangan kua.. tiir”

Aku terus mengembara dengan bibirku, kecupan demi kecupan telah membuat Ina memejamkan matanya karena nikmat. Kugeser kepala ku sedikit kebawah dan oh.. Payudara itu demikian ranumnya. Semalam memang aku sudah meremas dan dan menghisapnya, tetapi baru kali ini aku dapat melihat bentuknya dengan jelas.


Payudara Ina putih sekali, saking putihnya aku dapat melihat urat urat kecil bewarna merah dan biru seperti menempel dipermukaan kulitnya. Putingnya kecil, runcing dan memanjang (pantas semalam enak banget ketika dikenyot) sekitar puting berwarna coklat muda dan di payudara kiri masih tersisa sedikit warna merah bekas kecupanku tadi malam.

Segera kubenamkan kepalaku diantara dua bukit indah tersebut, Ohh.. sungguh nikmat menancapkap bibir serta lidah di daging kenyal itu. Pelan kubelai pangakal payudara itu, terus, terus memutar pelan menuju putingnya. Tubuh Ina menggelinjang dan sekarang dia telentang, telanjang, mengangkang dan mengerang sambil menantang.

“Bang.. Ina.. Nggak tahan, sekarang terserah Abang aja.”
“Iya sayang”
“Tetapi kenapa Ina bohong sama Abang”

Aku coba mencari tahu sambil terus turun menjilati perut dan pusarnya.

“Auh.. Abang.. ge.. geli.. Tapi.. Terus bang”

Pantat Ina mulai bergerak liar, membuat penisku tambah tegang dan mulai mengeluarkan lendir puith di ujungnya.

“Ina benci selalu dibilang masih kecil.. Sama bapak tiri Ina”
“Terus”
“Katanya sama Ibu, Anakmu itu kan masih kecil, ayo nggak apa apa kita main aja aku sudah nggak sabar kalau mesti nunggu dia tidur”
“Apa maksudnya dengan main ajaa..” kata kataku sedikit terputus karena aku berusaha melepaskan celana pendekku.
“Maksudnya, mereka langsung begituan, padahal kamarku cuma dibatasin triplek tanpa loteng”

Ina sekarang semakin erat memelukku, dibagian bawah aku dapat merasakan penisku tepat berada diatas bulu bulu halus vagina Ina yang tumbuh belum sempurna, geli dan.. sangat merangsang.

“Jadi Ina ngintip mereka”
“Mula mula nggak sih bang, tapi.. lama lama Ina dengar Ibu mengerang-mengerang dan berkata ou.. ou.. ou.. jangan dulu, jangan dulu. Oh.. aku nggak tahan.. ouh.”



Sekarang batang penisku persis dibelahan vagina Ina. Vaginanya terasa hangat dan mulai berlendir.

“Ina penasaran. Eh rupanya Ibu telanjang dan diatasnya kulihat bapak tiriku lagi asyik menghisap puting payudara Ibu dan Ina mendegar bunyi aneh.. Klepok, klepok tiap kali pantat dan pinggul mereka beradu”
“Oh.. Ina yang mereka lakukan sama seperti apa yang sekarang kita rasakan” Lanjut baca!


Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 4

Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 4

 Aopok.com - “Oup”

Dia kaget dan geli ketika merasakan gerakan reflek penisku disaat kesentuh tangan halusnya.

“Nggak pa pa.. Ayo”

Kembali kutuntun tangannya, kali ini dia berani menggenggam bagian tengah penisku.

“Ina di kocok kocok dong”
“I.. I.. iih.. Ina geli bang”


Walupun dia bilang geli tetapi pegangannya tidak lepas dari penisku. Dia seperti anak kecil dapat mainan baru, sebentar pegangannya erat sebentar dia lepas, sebentar dia mengocok tapi tiba tiba berhenti. Justru cara dia seperti itulah yang membuat nafsuku merasuk sampai ke ubun ubun.

“Oh.. Ina.. Ujungnya dibelai sayang”
“Tapi basah bang”
“Iya.. Basah itu damai ee.. eh.. nikmat sayang”
“Ina pernah lihat orang beginian nggak sebelumnya”
“Pernah Bang hampir tiap hari, soalnya Ibu Ina kawin lagi dan suaminya lebih muda dari Ibu, Ina sering ngintip mereka begituan”
“Mereka ngapain aja In,” kerongkongan ku tiba tiba terasa serak karena ditimpa nikmatnya elusan tangan halus si Ina di ujung penisku. Aku sengaja mengajak dia ngobrol untuk memperlambat ejakulasiku.

Dari tadi hentakan spermaku sudah mulai mengila ingin berlomba menempuh lubang penis dan saling berebut menyembur diujung lobang super nikmatku. Padahal aku ingin lebih lama merasakan nikmatnya sentuhan jari jemari si Ina, dan dengan sedikit memecah konsentrasi kuharap ledakan sperma dapat kuperlambat.

“Ya.. Kadang mereka langsung main aja, bapak tiriku diatas, kadang kadang mereka saling remas remasan dan pernah pula Ina lihat mereka main jilat jilatan.”
“Ah.. jilat jilatan kayak apa In”
“Ibu menghisap punya papa tiriku, dan bapak tiriku menjilat punya Ibu.. Ya begitu”
“Emang bisa.. Punya laki laki dihisap In..”

Aku pura pura bego dalam rangka mencapai target berikutnya.

“Bisalah bang, nah kayak gini nih”

Ina menundukkan kepalanya diantara kedua pahaku, selimut kembali kutarik sehingga kepala Ina tidak lagi kelihatan dari luar, yang tampak hanya gerakan turun naik dibalik selimut. Ina mencoba memasukkan semua batang penisku kemulutnya, dia tersedak karena langit langit dan anak lidahnya tertusuk ujung penisku.

“Ina jangan dikulum semuanya, dihisap dan dijilat aja berulang ulang,” aku memberikan petunjuk.
“Euh.. euh..”

Dia menjawab tapi nggak jelas karena penisku memenuhi rongga mulutnya, yang pasti dia mengerti dengan apa yang kumaksud. Kepalanya mulai turun naik, ujung penis ku dihisap berkali kali.



“Ohh Ina. Terus sayang.. terus.. Terus..” Dan tiba tiba kakiku kejang, mataku terpejam, tubuhku terasa melayang dan semprotan itupun terjadilah. Spermaku kuat menyemprot kedinding mulut si Ina, dia tidak menyangka kalau aku akan mengeluarkan cairan itu didalam mulutnya. Dia gelagapan dan..

“Uek.. uek.. Uek..” Ina muntah..!!

Cepat kulap mulutnya dengan ujung singletku, sisa sisa sperma yang berserakan diseputar bibirnya kuhapus dengan ujung selimut dan celanaku segera ku kancingkan lagi. Lanjut baca!


Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 3

Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 3

 Tradingan.com - Rupanya bus sudah sampai disebuah rumah makan di daerah Gunung Medan. Ina rupanya terbangun karena silaunya cahaya lampu, mula mula matanya terbuka setengahnya, dia melihat ke arahku tetapi tidak bicara apa apa, sepertinya bengong.

“Hai bangun.. Kita harus makan dulu ntar kelaparan,”aku berkata sambil membelai rambutnya.


Dia kaget melihat posisi tidurnya yang sudah dalam pelukanku dan tangan kanannya masih tetap menekan penisku.

“Wah.. Aku kok jadi gini tidurnya”
“Tadi kamu rebah ke bahuku, aku mau bangunin tapi kulihat kamu nyeyak sekali.. Ya kubiarkan aja, kamu marah..”

Aku menerangkan apa yang terjadi, tapi tentu saja tidak semuanya, karena soal siku mendarat di payudara harus ditutup rapat dulu.

“Oh.. Maaf ya bang, Ina jadi membebani Abang”dia menjawab sambil bangkit dan terus mengambil sisir.
Dalam hati aku berkata, “Nggak tahu dia, memang itu yang kuharap”
“Ok mari kita turun, Ina Abang tunggu diruang makan ya.., e.. e.. mandinya jangan lama lama!, busnya cuma berhenti 30 menit”
“Iya bang” Ina berlalu menuju kamar mandi perempuan.

Perjalanan kembali dilanjutkan dengan sopir yang sudah berganti dan kulihat jam di dinding depan bus menunjukkan pukul 11 malam. Udara didalam bus semakin terasa menusuk tulang, padahal ac sudah di set oleh kondektur pada setting minimum. Namun yang pasti setelah makan malam aku dan Ina sudah semakin akrab, malah sewaktu keluar dari rumah makan dia sempat bergelayutan dipundakku.

Karena sama sama kedinginan secara reflex kami mulai saling merapatkan tubuh mencari kehangatan.

“Ina nggak bawa jaket,” aku bertanya karena melihat dia sedikit mengigil kedinginan
“Lupa bang.. Padahal tadi sudah ditarok diatas meja, tapi tak apalah kan ada selimut hangat nih, Abang tak kedinginan”
“Sebetulnya dingin sih, Cuma jadi hangat karena duduk disamping Ina”
“Nah.. Jangan macam macam ya.. Kan sudah janji”dia seperti mengancam aku, tetapi justru duduknya semakin merapat.
“He he..”

Aku hanya menyeringai dan lansung meraih selimut buat menutupi kakiku. Kulihat Ina juga melakukan hal yang sama, akhirnya selimut tersebut bertaut menjadi satu menutupi bagian bawah tubuh kami. Lampu interior satu demi satu dimatikan, hanya lampu di pintu toilet yang masih menyala. Sungguh suasana yang sangat romantis, ditambah lagi dengan alunan lembut suara penyanyi dari sound sytem mobil ‘When a Man Love a Woman’.



Kali ini jalan yang kami tempuh lebih banyak dalam kondisi lurus serta mulus sehingga memuat sang sopir betul betul memaksimalkan kecepatan busnya. Guncangan dan bantingan sudah jarang terjadi, akibatnya hampir sebagian besar penumpang tertidur dengan pulasnya. Tapi aku nggak bisa tidur, perasaanku begitu gelisah, hangatnya tubuh Ina telah membangkitkan gairahku. Apa yang harus kulakukan, ini didalam bus bukan dihotel! tapi bukanlah laki laki namanya kalau nggak berani mencoba dan berusaha. Lanjut baca!


Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 2

Viral Berburu Anal Seks Dari Pekanbaru Hingga Jakarta 2

 Tradingan.com - Pekanbaru, ibukota propinsi Riau memang berkembang dengan pesatnya, maklum dengan kandungan minyak serta gas alam yang melimpah dan potensi hutan yang kaya dengan kayu untuk industri, maka tak heran bangunan bangunan baru seperti kantor pemerintah, ruko dan malah plaza plaza bermunculan dimana mana. Apalagi saat ini perkebunan kelapa sawit dalam skala besar sudah mulai menghasilkan minyak yang pada dasarnya juga akan ikut menaikkan PAD daerah dan memperkuat daya beli masyarakat.


Tetapi satu hal yang selalu menghantui fikiranku adalah” Apakah warga Pekanbaru asli akan bernasib sama dengan saudaranya orang Betawi yang tidak bisa menjadi tuan di tempat kelahirannya sendiri” Semoga tidak demikian, karena factor budaya dan adat istiadat meraka sangat berbeda, sehingga cara pandang mereka terhadap para pendatang juga sangat berbeda.

“When a man love a woman” alunan lembut suara serak Michael Bolton membuat fikir ku merasa rileks, apalagi didukung oleh tempat duduk yang sangat nyaman. Kurebahkan sandaran bangku kebelakang, foot leg kunaikkan selimut segera kututupkan kekaki karena dinginnya ac mulai terasa dan bantal kecil kupeluk buat menghangatkan bagian perut yang terasa kembung diterpa udara dingin

Wah aku betul betul surprise, nggak nyangka kalau ada bus yang demikian bagusnya, sehingga tempat duduknya bisa dirubah menjadi tempat tidur yang cukup memadai buat ditempati selama 36 jam kedepan. Pelan tetapi pasti, seiring alunan lagu dan buaiyan lenggak lenggok bus dalam menapaki setiap tikungan maka mataku mulai berat

“Tidur.. Ah..”

Aku nggak bisa ceritakan seperti apa aku tidur waktu itu.. He he he, yang pasti tidurku begitu nyenyaknya sehingga sama sekali aku tidak menyadari kalau disampingku sekarang telah duduk seorang gadis cantik yang rupanya naik di Teratak Buluh.

“Maaf Bang kalau tidurnya terganggu”
“Oh.. Nggak”

Aku bangun sambil memastikan tidak ada setetes ilerpun yang tak terkontrol sehingga keluar melampaui garis bibir dan dengan ujung telunjuk kubersihkan taik mata yang mungkin nongol disudut sudut mata. Syukur kali ini aku nggak tidur ngiler dan juga nggak ada taik mata, berarti tubuhku masih bisa menjaga martabat tuannya di depan seorang gadis cantik yang belum kukenal.

Kalaulah tadi aku tidur ngiler dan bangun dengan mata penuh dengan ampas airmata, waduh.. ajegile, tentu sigadis disebelah akan hilang selera buat kuajak berkenalan dan alangkah ruginya kalau sepanjang perjalanan 1350 km cuma bengong dan tidur aja.

“Wah jam berapa ini” Aku bertanya pada sendiri sambil melihat jam tangan, ternyata aku tertidur selama dua jam limabelas menit.



“Sekarang sudah jam enam sperempat bang” Gadis disebelahku berbaik hati memberi tahu sambil memandang dengan matanya yang teduh.
“Oh iya, saya kurang tidur semalam dan perjalanan dari Duri ke Pekanbaru sangat melelahkan karena ac mobilnya mati”

Aku memberikan sedikit keterangan tanpa peduli dia butuh atau tidak, hitung hitung balas jasalah karena dia sepertinya memberi perhatian sama aku. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia